Pasar smartphone Indonesia tumbuh kuat pada Q3 2025 dengan kenaikan pengiriman 12% YoY, didorong oleh meningkatnya permintaan perangkat entry-level, adopsi AI, dan ketersediaan ponsel 5G yang semakin murah. Menurut Counterpoint Research, perubahan perilaku pengguna yang semakin bergantung pada perangkat cerdas untuk kebutuhan produktivitas dan hiburan turut mendorong pasar.
Entry-level menjadi segmen paling cepat berkembang, sementara kategori premium melemah. Penetrasi 5G mencapai 35%, atau satu dari tiga smartphone di Indonesia sudah mendukung 5G, menjadi fondasi penting bagi layanan AI.
Dalam persaingan vendor, Samsung kembali merebut posisi puncak dengan pangsa 20% setelah tumbuh 30% YoY. Infinix mencatat pertumbuhan tertinggi 45%, sementara Xiaomi tumbuh ringan 5% namun pangsanya menyusut menjadi 17%. Oppo hanya naik 1%, dan Vivo menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 6%.
=========================================================
PASAR SMARTPHONE INDONESIA Q3 2025
Sumber: Counterpoint Research
=========================================================
📈 PERTUMBUHAN PASAR
- Pertumbuhan pengiriman: +12% YoY
- Pendorong utama:
• Permintaan perangkat entry-level melonjak
• Adopsi AI (Gen AI)
• Ponsel 5G makin murah & mudah diakses
• Pengguna makin bergantung pada perangkat cerdas
---------------------------------------------------------
📡 PENETRASI 5G
- 35% smartphone di Indonesia sudah 5G
- Menjadi fondasi penting untuk layanan AI berbasis cloud
---------------------------------------------------------
💰 SEGMENTASI HARGA
- Entry-level (< USD 200 / < Rp 3 juta): Mendominasi & tumbuh paling kuat
- Mid-range: Mulai stabil
- Premium: Melemah
---------------------------------------------------------
🏆 PANGSA PASAR VENDOR (Q3 2025 VS Q3 2024)
1. Samsung: 17% → 20% | Pertumbuhan: +30% (Nomor 1)
2. Xiaomi : 19% → 17% | Pertumbuhan: +5%
3. Oppo : 18% → 16% | Pertumbuhan: +1%
4. Vivo : 17% → 14% | Pertumbuhan: -6%
5. Infinix: 9% → 12% | Pertumbuhan: +45% (Paling agresif)