Setelah men-cas hp (smartphpone), banyak orang enggan mencabut adaptor charger dari stop kontak. Padahal, kebiasaan membiarkan adaptor charger terus terpasang di stop kontak bisa menimbulkan sejumlah dampak serius.
Berikut ini dampak dan resiko apabila membiarkan charger tetap tercolok menurut para ahli kelistrikan.
Konsumsi Listrik Tersembunyi (vampire Power)
Meski tidak sedang mengisi daya perangkat, charger modern tetap menarik sedikit listrik dari stop kontak, biasanya sekitar 0,1 hingga 0,5 watt per jam per charger.
Sekilas jumlah tersebut terlihat kecil. Namun, jika ada banyak charger di rumah yang terus tercolok sepanjang hari, konsumsi listriknya bisa terakumulasi dan menyebabkan tagihan listrik membengkak.
Lonjakan Listrik (Power Surge)
Adaptor charger yang terus terpasang di stop kontak walau tidak digunakan juga berisiko terdampak pada lonjakan listrik (power surge). Lonjakan ini bisa terjadi akibat sambaran petir, gangguan jaringan listrik, fluktuasi pasokan daya, atau beban tinggi pada sistem kelistrikan.
Jika lonjakan arus listrik ini sering terjadi komponen di dalam adaptor perlahan bisa rusak, menyebabkan masa pakai adaptor charger tidak tahan lama.
Bahkan, perangkat yang terhubung juga berpotensi ikut terdampak. Dalam kasus ekstrem, kondisi ini bisa memicu percikan api atau korsleting.
Kebakaran
Beberapa charger dapat mudah menjadi panas apabila terus terhubung ke listrik dalam waktu lama, selain dapat mempercepat kerusakan komponen di dalamnya akibat panas berlebih. bahkan dalam kondisi tertentu dapat memicu kebakaran.
Risiko ini meningkat jika menggunakan charger berkualitas rendah atau memakai charger yang tidak kompatibel.
***