Banyak juga kejadian para pengguna hp tidak dapat menerima layanan internet secara terus menerus, misal ketika berada di mall bisa berinternet menggunakan wifi, namun ketika keluar dari tempat tersebut, hp nya tidak lagi bisa menerima layanan internet. Atau ketika keluar rumah, yang tadinya bisa berinternet menggunakan wifi rumah kemudian ketika menjauh dari rumah tiba-tiba pulsa hp habis dan internet terputus.
Untuk diketahui, ada dua mode cara supaya pengguna hp bisa berselancar di dunia maya alias berinternet, yaitu menggunakan berinternet pakai sinyal selular atau menggunakan wifi.
Mode layanan internet selular
Sinyal selular atau banyak yang menyebutnya sinyal hp, merupakan sinyal berasal dari menara BTS (Base Transceiver Station) komunikasi selular, untuk melayani komunikasi utama pada smartphone atau handphone seperti telepon dan pesan singkat SMS.
Ada beberapa teknologi yang dipakai dalam sinyal selular yaitu 2G, 3G, 4G dan kini 5G. Dulu, saat masih menggunakan teknologi 2G, hp hanya mampu melayani layanan komunikasi telepon dan pesan singkat (SMS) saja, namun sejak teknologi 3G dikembangkan, sinyal selular perlahan mulai mampu melayani akses internet walau dengan kecepatan yang rendah.
.jpg)
Namun kini, di era teknologi 4G dan 5G, kecepatan internet yang bisa dibawa jaringan selular bisa mencapai maksimal 100Mbps (untuk 4G) dan 10Gbps (untuk 5G). Namun rata-rata kecepatan yang bisa didapat oleh setiap pengguna saat menggunakan jaringan 4G ketika digunakan secara normal (jaringan digunakan oleh banyak orang) hanya 22Mbps. Sedangkan untuk jaringan 5G, kecepatan internetnya bisa 10x lipat lebih cepat daripada teknologi 4G.
Kecepatan internet yang bisa diterima bervariasi tergantung dari kondisi lingkungan, penggunaan, dan kualitas perangkat.
Keunggulan berinternet menggunakan sinyal hp selular adalah mampu melayani mobilitas tinggi, karena jangkauannya yang sangat luas. Jadi, walau pengguna hp berpindah-pindah tempat, sinyal selular akan mengikutinya dan internetnya akan tetap tersambung.
Teknologi selular menggunakan konsep peralihan sinyal disetiap terminal antenna yang ada di Menara BTS. Menara-menara BTS bisa saling bergantian beralih peran bak seperti estafet sinyal untuk melayani setiap hp yang berada di area jangkauannya.
Di Indonesia, ada 4 operator besar yang menyediakan layanan 4G dan 5G seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Smartfren.
Mode layanan internet Wifi
Selain menggunakan sinyal selular, handphone juga bisa diajak berinternet menggunakan sinyal wifi.
Tidak seperti jaringan selular, sinyal wifi hanya melayani layanan internet. Pengguna hp bisa memilih sinyal wifi yang terdeteksi mengcover areanya.
Namun jangkauan sinyal wifi tidak seluas jangkauan sinyal selular. Berinternet menggunakan sinyal wifi hanya bisa dilakukan di area terbatas dengan jarak yang tak jauh dari lokasi antenna atau terminal berada, umumnya hanya 30 hingga 100 meter saja. Tidak seperti sinyal selular yang bisa menjangkau wilayah satu kota ber kilo-kilo meter.
Jadi, misalkan pengguna hp menggunakan sinyal wifi, kemudian berpindah tempat sejauh lebih dari 100 meter dari lokasi terminal wifi, dimana tempatnya yang baru tidak tercover lagi sinyal wifi dari antenna sebelumnya, maka otomatis layanan internet lewat wifi akan terputus, dan otomatis hp akan beralih secara otomatis ke sinyal selular dimana ini akan menghabiskan pulsa atau paket internet sinyal selular.
Namun kini di beberapa operator selular ada semacam pengaturan pembatasan penggunaan internet melalui sinyal selular, sehingga sistem pada hp tidak otomatis mengalihkan layanan internetnya ke sinyal selular, tanpa seizin pengguna hp.
Kalau pengguna hp di tempat baru menemukan sinyal wifi, dan kembali mau berinternet menggunakan wifi maka dia harus log-in kembali. Hal ini berbeda dengan sinyal selular, yang otomatis tersambung tanpa perlu log-in ke jaringan.
Ada dua model jaringan sinyal wifi yaitu wifi umum dan wifi pribadi. Wifi umum atau wifi publik adalah layanan akses internet yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum, baik berbayar maupun gratis.
Sedangkan wifi pribadi adalah layanan akses internet untuk kalangan terbatas. Lingkungan jaringan wifi pribadi umumnya berada di rumah, perkantoran, rumah sakit, restoran, dst dimana tidak semua orang bisa mengakses layanan internet tersebut.
Sinyal jaringan Wifi umum, bersumber dari terminal atau antenna yang dipasang oleh provider di sekitar pusat keramaian, apakah itu di dalam mall atau di sekitar taman.
Sedangkan sinyal jaringan wifi pribadi bersumber dari perangkat router wifi yang dipasang disudut ruangan rumah atau kantor.
Sama dengan selular, kecepatan internet wifi di Indonesia, rata-rata 30Mbps. Namun kecepatannya juga bervariasi tergantung banyak faktor, salah satunya karena jaringan backbone-nya.
Jadi, antenna ataupun perangkat router yang memancarkan sinyal wifi baik untuk umum maupun pribadi terhubung dengan jaringan penghubung (backbone) yang menhubungkan antenna atau router wifi dengan perangkat server internetnya.

Backbone jaringan wifi saat ini umumnya sudah menggunakan jaringan kabel optik, dan yang terbaru juga sudah tersedia wifi berbasis backbone jaringan satelit, seperti yang ditawarkan starlink. Dimana, masing-masing jaringan backbone tersebut pastinya punya kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Di Indonesia, jaringan wifi umum disediakan oleh pemerintah dan perusahaan, seperti Telkom Indonesia yang menyediakan wifi umum dengan wifi.id nya, dan pemerintah Jakarta dengan wifi umum JakWifi nya.
Sedangkan untuk layanan akses internet wifi pribadi disediakan oleh banyak provider seperti telkomsel dengan indihome dan orbit nya, XL Axiata dengan XL Satunya, Biznet dengan Biznet Homenya, spaceX dengan starlinknya. (*)