Seseorang yang mengurangi asupan kopi bahkan berhenti meminum kopi dari kebiasaan minum kopi setiap harinya, atau dikenal dengan istilah Caffeine Withdrawal, ternyata bisa menimbulkan efek samping.
Caffeine withdrawal merupakan gejala yang timbul ketika tubuh tak lagi mengasup kafein yang terkandung di dalam kopi. Gejala caffeine withdrawal baru bisa terasa setelah 12-24 jam ketika seseorang tidak meminum kopi. Gejala-gejala umum muncul seperti kepala pusing, cemas, lemas, sampai suasana hati yang memburuk.
Tidak hanya gejala itu saja, berhenti dari kebiasaan minum kopi setiap hari bisa juga menimbulkan efek samping lain. Berikut beberapa efek samping dari caffeine withdrawal menurut Healthline.
Mudah Lelah
Bagi sebagian orang, meminum kopi untuk meningkatkan semangat, supaya bisa lebih fokus bekerja, dan dipercaya bisa meningkatkan energi, sehingga meminum kopi setiap hari menjadi rutinitas untuk mendukung aktifitas yang padat.
Namun pengaruh kefein hanya bertahan 5 jam, setelah itu tubuh akan lelah. Bagi orang yang masih lama aktifitasnya dan masih membutuhkan “energi” lagi, maka dia akan meminum kopi lagi untuk meningkatkan kembali energinya. Inilah yang bisa membuat mengkonsumsi kopi menjadi suatu ketergantungan.
Saat tubuh sudah kecanduan kafein, maka akan terasa sulit menghentikannya. Efeknya tubuh akan terasa mudah lelah dan orang lebih cepat kehilangan konsentrasi.
Sakit kepala dan cemas
Kafein dalam kopi akan mempengaruhi unsur kimia di dalam otak. Ketika seseorang yang sudah terbiasa minum kopi setiap hari, kemudian tiba-tiba mengurangi bahkan berhenti meminum kopi, maka terjadi ketidakseimbangan kimia di otak yang biasanya diterima. Ini akan menimbulkan sakit kepala dan kecemasan.
Gejala sakit kepala dan kecemasan bisa terjadi bagi setiap orang, walaupun tidak meminum kopi, namun bagi pecandu kopi tingkat rasa cemas itu akan lebih tinggi.
Pengaruhi berat badan
Kafein yang ada dalam kopi dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, dimana tubuh akan membakar kalori lebih efisien. Tinggi rendahnya tingkat metabolisme tubuh dapat mempengaruhi berat badan.
Bagi mereka yang rutin minum kopi setiap hari dimana tadinya pembakaran lemak “rutin” dilakukan, namun ketika rutinitas itu dikurangi atau dihentikan maka timbunan lemak dalam tubuh akan kembali muncul yang berakibat pada naiknya berat badan. Ini berlaku bagi penggemar kopi hitam atau meminum kopi murni tanpa campuran gula atau susu.
Sebaliknya, bagi yang suka minum kopi setiap hari dengan campuran susu atau zat makanan yang ada unsur lemak lainnya seperti cappuccino, frapuccino, atau kopi susu. Maka ketika mengurangi rutinitas atau berhenti minum kopi, maka bisa mengakibatkan penurunan berat badan, karena asupan kalorinya berkurang.
Sulit konsentrasi
Minum kopi dapat menghilangkan rasa kantuk, menjaga konsentrasi, menambah semangat. Namun jika kebiasaan minum kopi dilakukan untuk menstimulus hal tersebut, maka otak akan terbiasa dengan hal itu.
Kafein yang ada dalam kopi akan merangsang pelepasan dopamin dan adrenalin sehingga dapat meningkatkan aktivitas otak dan meningkatkan tekanan darah.
Ketika otak sudah terbiasa “dimanjakan” dengan kafein dan kemudian tiba-tiba itu dikurangi atau dihentikan, maka ini bisa menyebabkan otak menjadi “stress” sehingga berpengaruh pada kesulitan seseorang dalam berkonsentrasi.
Tremor
Kafein yang ada di dalam kopi merupakan sumber stimulasi kuat untuk sistem saraf pusat (otak).
Ketika sudah terbiasa mengkonsumsi kopi setiap hari dimana otak sudah terbiasa menerima asupan kafein, dan kemudian asupan kafein itu tiba-tiba dikurangi atau dihentikan, maka akan terjadi sedikit masalah pada system syaraf otak.
Adanya gangguan pada system syaraf pada otak bisa berdampak pada tremor.
Tremor adalah gerakan yang tidak terkendali pada satu atau lebih dari bagian tubuh. Hal ini dapat terjadi karena bagian otak yang mengontrol mengalami masalah. Bagian tubuh yang sering mengalami tremor adalah tangan.
Namun jangan khawatir, karena tremor akibat pengurangan rutinitas minum kopi terjadi dalam jangka waktu sebentar. Gejala tremor pada tangan atau bagian tubuh akan dialami selama 9 hari sejak memutuskan berhenti untuk minum kopi.