Cara China Membatasi Anak-Anak Bermain Game Online

Pembatasan bermain game online di smartphone menjadi perhatian serius akhir-akhir ini. Di Indonesia baru sebatas wacana, sedangkan di China kebijakan ini sudah diterapkan. Bagaimana Pemerintah China membatasi anak-anak bermain game online?

Cara China Membatasi Anak-Anak Bermain Game Online
ilustrasi (internet)
Carihape.com - 

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, berencana merilis aturan yang mengatur usia anak bermain media sosial. Aturan ini diharapkan dapat mengontrol akses dan memberi perlindungan terhadap anak dari dampak negatif konten media sosial dan internet.

Pembatasan anak mengakses media di smartphone juga diterapkan di beberapa negara seperti China terutama dari kecanduan game. Pembatasan ini tidak diserahkan sepenuhnya kepada orang tua, namun pemerintah China mengintervensi langsung akses anak ke permainan game smartphone.

Pemerintah China tidak melarang anak-anak bermain game, namun hanya membatasi mereka. Pemerintah China menerapkan kebijakan membolehkan anak bermain game hanya 15 jam per bulan. 

Cara yang dilakukan pemerintah China adalah melalui kerjasama dengan para produsen game yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak di China.

Tencent Holdings, perusahaan video game dengan pendapatan terbesar di dunia, mengumumkan bahwa setiap anak yang berusia di bawah 18 tahun akan diizinkan bermain game hingga 15 jam setiap bulan. Sementara itu, NetEase, pesaing Tencent, menetapkan batas waktu 16 jam per bulan. 

Batasan waktu ini adalah arahan pemerintah sejak tahun 2021, yang membatasi anak di bawah umur untuk bermain game selama satu jam per hari pada hari Jumat, akhir pekan, dan hari libur nasional. Jadi di luar hari-hari itu, anak-anak di China tidak diperbolehkan bermain game mobile dan online.

Bagaimana perusahaan game tersebut membatasi akses anak bermain game? 

Untuk menegakkan kebijakan ini, Tencent memperkenalkan sistem yang disebut "Midnight Patrol" di lebih dari 60 game ponsel pintar yang beredar di China. Fitur tersebut menggunakan pemindaian wajah untuk memverifikasi usia pemain saat bermain game.

Pemerintah China sudah menerapkan kebijakan pembatasan akses game ini kepada anak sejak bertahun-tahun lalu dengan beragam cara. Pada tahun 2019, negara Xi Jin Ping tersebut melarang anak-anak bermain game online antara pukul 10 malam dan 8 pagi. 

Kemudian, pada tahun 2021, Pemerintah China  memberlakukan pembatasan lebih lanjut, membatasi mereka yang berusia di bawah 18 tahun hanya untuk bermain game selama satu jam per hari antara pukul 8 malam dan 9 malam pada akhir pekan dan hari libur. Ini menandai pengurangan tajam dari aturan tahun 2019, yang memperbolehkan satu jam bermain pada sebagian besar hari.

Menariknya, pembatasan ini agak dilonggarkan khusus untuk game-game yang mempromosikan budaya negeri Tiongkok. seperti game Black Myth Wukong yang telah disetujui sebagai game untuk mempromosikan budaya warisan Tiongkok.  

 

Poster game Black Myth Wukong  (playstation.com)

 

Tak hanya pembatasan ketika bermain, namun game-game di China pun harus melalui penyaringan sensor dari Administrasi Pers dan Publikasi Nasional China. 

Pada tahun 2023, Administrasi Pers dan Publikasi Nasional China menyetujui lebih dari 1.400 judul permainan video, termasuk 1.306 permainan penerbit domestik dan 110 dari penerbit asing, menandai jumlah persetujuan tertinggi sejak 2019.

 

(*)

game online cara china pembatasan game online