Kacamata virtual reality anyar besutan Apple, Apple Vision Pro, walau saat ini masih belum dijual di Indonesia, namun seorang youtuber asal Indonesia, David Gadgetin membagikan pengalamannya mencoba kacamata tersebut.
Melalui channel youtube, Gadgetin, David meng-unboxing kacamata Apple Vision Pro. Kacamata seharga Rp55 juta yang didatangkan dari Amerika Serikat ini dikemas dalam kotak besar berwarna putih.
Di dalam kotak besar bergambar bagian depan kacamata itu, ada kacamata besar yang ditempatkan pada tatakan khusus yang solid, beserta pernak pernik nya seperti buku petunjuk pengguaan, kain mikrofiber, sekat pelindung cahaya, serta adaptor dan baterai yang bentuknya seperti power bank.
Baterai dari kacamata ini dipasang terpisah dari badan kacamata yang dihubungkan dengan kabel konektor khusus.
.jpg)
Kacamata Apple Vision Pro yang mirip seperti kacamata penyelam atau tukang las ini layaknya komputer yang ditempatkan di kepala. David memperlihatkan bagaimana tampilan layar Apple VIsion Pro ketika digunakan.
.jpg)
Aplikasi yang biasanya kita lihat di laptop atau smartphone Apple ditampilkan dalam bentuk virtual. Untuk memilih, mengklik aplikasi, mengatur tampilan, bahkan mengetik, kita hanya gunakan lirikan mata dan gerakan tangan tanpa menyentuh bidang fisik apapun.
Juga kacamata pintar ini bisa membagi-bagi window atau layar tampilan sebanyak mungkin seluas area pandangan.
.jpg)
Sayangnya, untuk generasi pertama ini belum semua aplikasi umum bisa diinstall seperti aplikasi youtube dan netflix. Walaupun begitu David merasa terkesan pada pengalaman pertamanya menggunakan kacamata Apple Vision Pro, luar biasa katanya.
.jpg)
Di lain pihak, banyak pengguna kacamata Apple Vision Pro di Amerika Serikat merasa kurang puas, terkait dengan bentukannya yang besar dan berat, bahkan bisa menimbulkan rasa pusing, mual, dan permasalahan mata.