Strategi Jitu UMKM dan Penjual untuk Sukses di Era Videocommerce

Videocommerce menjadi pola belanja baru yang berkembang pesat di Indonesia, ditandai lonjakan transaksi dan peningkatan jumlah penjual. Untuk memenangkan persaingan, penjual dan UMKM perlu berbagai strategi. Ada beberapa strategi berjualan melalui videocommerce yang bisa penjual lakukan.

Strategi Jitu UMKM dan Penjual untuk Sukses di Era Videocommerce
ilustrasi seorang wanita sedang jualan online
Carihape.com - 

Videocommerce telah membentuk pola belanja baru di Indonesia, didukung pertumbuhan transaksi 90% dan jumlah penjual yang meningkat pesat. Dengan dominasi kategori fashion dan kecantikan serta kepercayaan tinggi pada kreator lokal, tren ini diperkirakan terus berkembang.

Bagi penjual, videocommerce bukan lagi pilihan, tetapi strategi wajib untuk tetap relevan. Penjual yang mampu memproduksi konten autentik, menggandeng kreator tepat, dan memberikan pengalaman belanja interaktif akan menjadi pemenang di ekosistem e-commerce masa depan.

Nah, agar tidak tertinggal dari pertumbuhan videocommerce yang masif, bagaimana strategi yang bisa diterapkan penjual dan UMKM? Ini dia strategi yang bisa diterapkan untuk jualan melalui strategi videocommerce:

1. Buat Konten Video yang Autentik dan Informatif

Pembeli menyukai video yang:

  • natural dan tanpa skrip berlebihan,
  • memperlihatkan detail produk,
  • menampilkan review jujur,
  • memperlihatkan penggunaan langsung.

    Gunakan format yang disukai algoritma seperti: unboxing, honest review, before–after, tutorial singkat, dan POV.

2. Kolaborasi dengan Kreator yang Tepat

Alih-alih mengejar influencer besar, penjual bisa menggandeng:

  • micro influencer (10k–100k followers),
  • niche creator yang relevan,
  • live host yang komunikatif.

    Model pembayaran berbasis komisi (affiliate) lebih efisien dan sesuai karakter videocommerce.

3. Manfaatkan Live Commerce

Live commerce mendongkrak engagement karena interaksi langsung:

  • flash sale terbatas,
  • kupon saat live,
  • Q&A instan,
  • demonstrasi produk real-time.

Semakin interaktif live-nya, semakin tinggi conversion rate-nya.

4. Sesuaikan Harga dengan AOV Videocommerce Indonesia

Karena nilai pesanan rata-rata hanya sekitar Rp 75 ribu–Rp 100 ribu:

  • buat varian item murah,
  • tawarkan bundle kecil (starter pack),
  • berikan upsell ringan (add-on 10–20 ribu),
  • berikan voucher kecil untuk mendorong keputusan cepat.

5. Optimalkan Kualitas Toko

Dengan 800 ribu penjual bersaing, yang menang adalah yang punya:

  • rating tinggi,
  • pengemasan cepat,
  • stok stabil,
  • halaman produk yang rapi,
  • visual profesional.

Kualitas toko semakin penting ketika video membawa traffic besar.

6. Bangun Kepercayaan Melalui Transparansi

Kepercayaan adalah mata uang utama videocommerce. Penjual perlu menampilkan:

  • testimoni asli,
  • behind-the-scenes,
  • proses produksi,
  • validasi kualitas.

Semakin transparan prosesnya, semakin tinggi tingkat pembelian ulang.

7. Uji Coba dan Optimalkan Konten Secara Berkelanjutan

Gunakan data platform:

  • video mana yang paling banyak klik,
  • jam tayang terbaik,
  • gaya konten paling efektif,
  • tipe host dengan conversion rate tertinggi.

Iterasi cepat adalah kunci memenangkan feed video yang sangat kompetitif.

 

videocommerce Indonesia strategi videocommerce cara jualan lewat video UMKM videocommerce konten video autentik micro influencer live commerce optimasi toko online harga AOV videocommerce strategi e-commerce 2025 tren belanja video marketing lewat video kreator lokal tips jualan di marketplace strategi konten UMKM